Tafsir Tarbawi

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Dalam dunia pendidikan istilah tarbiyah dan ta’lim sudah tidak asing lagi. Sejarah pendidikan dalam islam itu adalah berdasarkan kegiatan yang dilakuakan oleh para ulama dan ustadz kita pada masa lalu, yang sering disebut dengan istilah pengajian ataupun majelis ta’lim. Dari istilah inilah muncul konsep tentang pengertian pendidikan dalam perspektif islam berupa tarbiyah, ta’lim, ta’dib, tahdzib, al-wadz atau mau’idzah, al-riyadhah, ai-tazkiyah, al-talqin, al-tadris, al-tafaqquh, al-tabyin, al-tazkirah dan al-irsyad ini semua adalah istilah-istilah yang berkaitan dengan pendidikan dalam islam.

Dalam tulisan ini kami hanya akan menyajikan materi tentang tarbiyah dan ta’lim dalam al-quran. Jadi, kata tarbiyah  dan ta’lim merupakan istilah bahasa yang diambil dari al-Qur’an.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apakah makna kata tarbiyah dan ta’lim dalam al-quran?
  3. Bagaimana makna kata tarbiyah dan ta’lim menurut para mufassir?
  4. Tujuan
  5. Mengetahui makna kata tarbiyah dan ta’lim dalam al-quran
  6. Mendiskripsikan makna kata tarbiyah dan ta’lim menurut para mufassir

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Tarbiyah

Pengertian tarbiyah yang akan kita bahas pada pembahasan ini hanya yang terdapat dalam al Qur’an surat al-Faihah ayat 2, surat al-Isra’ ayat 24, surat ar-Rum ayat 39 dan surat asy Syuara ayat 16.

Dalam mu’jam al-Lughah al-Arabiyah al-Mu’ashirah (A Dictionary of Modern Written Arabic), karangan Hans Wehr, kata al-tarbiyah diartikan sebagai: education (pendidikan), upbringing (pengembangan), teaching (pengajaran), instruction (perintah), pedagogy (pembinaan kepribadian), breeding (memberi makan), raising (of animals) (menumbuhkan).[1] Kata tarbiyah berasal dari kata rabba, yarubbu, rabban ( yang berarti mengasuh, memimpin, mangasuh (anak).[2] Penjelasan atas kata al-tarbiyah ini lebih lanjut dapat dikemukakan sebagai berikut.

Pertama, tarbiyah berasal dari kata رَبَا- يَرْبُوْ – رِبَاءً yang memiliki makna bertambah (zad) dan tumbuh.  Pengertian ini misalnya terdapat dalam surat ar-Rum (30) ayat 39:

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah

Berdasarkan pada ayat tersebut, makna al-tarbiyah dapat berarti menumbuhkan dan mengembangkan apa yang ada pada diri peserta didik, baik secara fisik, psikis, social, maupun spiritual.

Kedua, رَبَّ – يَرُبِّ – رَبّا  yang memiliki makna mengasuh, memimpin. Dengan mengacu pada kata yang kedua ini, maka tarbiyah berarti usaha mengasuh, memelihara dan mendewasakan peserta didik baik secara fisik, social maupun spiritual.

Ketiga, رَبَتَ – يَرْبِتُ – رَبْتًا yang mengandung arti mendidik, dan dalam mendidik meliputi memperbaiki (ashlaha), menguasai urusan, memelihara dan merawat, memperindah, memberi makna, mengasuh, memiliki, mengatur dan menjaga kelestarian maupun eksistensinya. Dengan menggunakan kata yang ketiga ini, maka tarbiyah berarti usaha memelihara, mangasuh, merawat, memperbaiki dan mengatur kehidupan peserta didik, agar dapat survive lebih baik dalam kehidpannya.

Sedangkan dalam beberapa kitab tafsir kata رب  memiliki beberapa makna, diantaranya sebagai berikut:

الربّ: يطلق على السيد, والمالك, والمعبودز والثابت, والمصلح,اى ( العالم )[3]

Arrabbu : dikaitkan atas penghulu, yang merajai , yang disembah, yang menetapkan dan membaguskan sekalian alam.

الرب في تفسير المزان: هو المالك الذي يدبر أمر مملوكه[4]

Arrabbu dalam tafsir almizan : dia yang merajai dan mengatur lagi memerintahkan hamba-Nya.

الربّ: يطلق على السيد والمالك والمعبود والثابت,  المصلح وزاد اصادق مستدلا.[5]

Arrabbu : diakitkan atas penghulu sekalian alam yang merajai, yang disembah yang menetapkan, yang membaguskan dan menambah lagi mempunyai keadilan.

العالمين : ما سوى الله تعال على موجده لأنه حادث. وكل حادث يحتاج إلى محدث[6].

Al‘alamin : selain daripada Allah yang dijadikannnya semuanya adalah baharu dan setiap yang baharu berhajat kepada yang menjadikan.

العالمين : فهو جمع العالم بفتح اللام. هو يطلق على جميع الموجودات منها كعالم الجماد وعالم النبات وعالم الحيوان وعالم الإنسان و أيضا كعالم العرب و عالم العجم.[7]

Al ‘alamin : dia itu jamak dari kata alam dengan memfatahakan lam, ‘alamun. Dia dikaitkan atas sekalian yang ada telah dijadikan, diantaranya alam pertambangan, alam tumbuh-tumbuhan, alam hewan dan alam manusia, begitu juga bangsa arab dan bangsa lainnya.

العالمين: قال ابن عبس أوالناس هو الإنس والجن و الملإكة والشياطين.( وقال عبيده) اهل الجنة والنار. (وقال عبدالرحمن بن زيد) : الروحانيون, والله أعلم بالصحيح.[8]

Al’alamin : Ibnu Abbas ra berkata atas sebagian manusia yang dimaksud dengan alam adalah diantaranya manusia, jin, malaikat-malailkat, syaitan-syaitan, juga ubaidah berkata termasuk golongan surga dan neraka, dan abdurahman bin zaid,  jiwa-jiwa, Allah lah yang lebih mengetahui dengan benar.

Dari beberapa pegertian yang telah dikemukakan serta dibandingkan atau diintegrasikan antara satu dan lainnya, terlihat bahwa kata tersebut saling menunjang dan saling melengkapi. Selanjutnya seluruh kata-kata tersebut diintegrasikan maka akan diperoleh pengertian, bahwa al-tarbiyah berarti proses menumbuhkan dan mengembangkan potensi (fisik, intelektual, social, estetika, dan spiritual) yang terdapat pada peserta didik, sehingga dapat tumbuh dan terbina dengan optimal, melalui cara memelihara, mengasuh merawat, memperbaiki dan mengaturnya secara terencana, sistematis dan berkelanjutan. Dengan demikian, pada kata al-tarbiyah tersebut mengandung cakupan tujuan pendidikan, ialah menumbuhkan dan mengembagkan potensi; dan proses pendidikan berupa memelihara, mengasuh, merawat, memperbaiki dan mengaturnya.

Penjelasan lebih lanjut tentang kata al-tarbiyah dan penggunaannya dapat dijumpai dalam al-quran dan as-sunah sebagai berikut.

Didalam al-quran, kata al-tarbiyah dapat dikemukakan sebagai berikut : al-rabb fi al-ashl al-tarbiyah wa huwa insyau al-syai haalan fahaalan ila had al-tamam. Artinya, pada pengertian awalnnya, tarbiyah adalah menumbuhkan sesuatu setahap demi setahap hingga mencapai kesempurnaan.[9]

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji[10] bagi Allah, Tuhan semesta alam[11]. (QS. Al-Fatihah (1): 2)

Kata rabb yang terdapat dalam ayat tersebut dalam al-quran dan terjemahnya terbitan Departemen Agama diartikan sebagai berikut: Rabb (Tuhan) berarti tuhan yang ditaati yang memiliki, mendidik dan memelihara. Kata itu tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabb al-bait (tuan rumah).[12]

Selanjutnya al-Raghib al-ashafaniy ketika menafsirkan ayat 2 surah al-fatihah yang mengandung kata rabb sebagai berikut:

(رب) هُوَ السَيِّد المُرَّبِّى الّذي يَسُوسُ مَنْ يُرَبِّيهِ ويُدَبّرُ شُئونَهُ.

وتربيةُ الله للناس نَوْعَان، تربية خَلْقِيَة تَكُوْنُ بِتَنْمِيَةِ أَجْسَامِهِمْ حَتَّى تَبْلُغَ الأَشَد وَتَنْمِيَةُ قَوَاهُم النَفْسِيَة وَالعَقْلِيَة- وتربية دينية تهذيبية تكون بما يوحيه إلى أفراد منهم ليبلّغوا للناس ما به تكمل عقولهم وتصفو نفوسهم- وليس لغيره أن يشرع للناس عبادة ولا أن يحلّ شيئا ويحرم آخر إلا بإذن منه.

Artinya: rabb adalah tuhan yang mendidik yang memperkuat orang yang dididik dan mengatur keadaan manusia terbagi dua, yaitu pendidikan fisik yang dilakukan dengan cara mengembangkan jasmaninya sehngga mencapai keadaan yang kukuh, dan mengembangkan keadaan jiwa dan akalnya dan pendidikan keagamaan dan budi pekerti yang dilakukan dengan cara menyampaikan ajaran agama kepada setiap orang sehingga sempurna akalnya dan bersih jiwanya, dan tidak boleh kepada siapa pun menyuruh manusia untuk menyembah selain Allah, tidak menghalalkan sesuatu yang haram, dan tidak pula yang mengharamkan yang halah kecuali atas izin-Nya.[13]

Selanjutnya kata al-tarbiyah dijumpai pada surat al-isra’ (17) ayat 24:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Kata rabbaniy pada ayat tersebut dengan jelas diartikan pendidikan, yaitu pendidikan yang diberikan oleh kedua orang tua kepada anaknya. Karena demikian besar arti pendidikan yang diberikan kedua orang tua, maka seorang anak harus menunjukkan sikap hormat dan terima kasih, dengan cara bersikap tawadlu (rendah hati) dan mendo’akan kebaikan bagi keduanya. Sikap anak yang mendoakan kedua orang tua tersebut selanjutnya disebut dengan anak saleh, sebagaimana dinyatakan dalam hadits yang berbunyi:

“jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak saleh yang mendoakan kepada orang tuanya.” (HR.Muslim)

Kata al-tarbiyah yang berasal dari kata rabb atau rabba di dalam al-Qur’an disebutkan lebih dari delapan ratus kali dan sebagian besar atau bahkan hampir seluruhnya dengan tuhan, yaitu terkadang dihubungkan dengan alam jagat raya (bumi, langit, bulan, bintang, matahari, tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, laut dan sebagainya), dengan manusia seperti pada kata rabbuka (tuhan-mu), rabbukum (tuhanmu sekalian), rabbukuma (tuhan-mu berdua), rabbuna (tuhan kami), rabbuhu (tuhannya), rabbuhum (tuhan mereka semua), dan rabbiy (tuhan-ku).

فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَا إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Maka datanglah kamu berdua kepada Fir’aun dan katakanlah olehmu: “Sesungguhnya Kami adalah Rasul Tuhan semesta alam.”

Karena demikian luasnya pengertian al-tarbiyah ini, maka ada sebagian pakar pendidikan lainnya yang menggunakan kata al-tarbiyah dengan arti pendidikan. Menurutnnya, kata al-tarbiyah terlalu luas arti dan jangkauannya. Kata tersebut tidak hanya menjangkau manusia melainkan juga manjaga alam jagat raya sebagaimana tersebut. Benda-benda alam selain manusia itu tidak memiliki persyaratan potensial, seperti akal, pancaindera, hati nurani, insting dan fitrah yang memungkinkan untuk dididik. Yang memilikik potensi-potensi akal, pancaindera, hati nurani, insting dan fitrah itu hanya manusia.

 

  1. Pengertian Ta’lim

Kata ta’lim yang jamaknya ta’alim, menurut Hans Weher dapat berarti information (pemberitahuan tentang sesuatu), advice (nasihat), instruction (perintah), direction (pengarahan), teaching (pengajaran), training (pelatihan), schooling (pembelajaran), education (pendidikan), dan apprenticeship (pekerjaan sebagai magang), masa belajar suatu keahlian.

Selanjutnya Mahmud Yunus dengan singkat mengartikan al-ta’lim adalah hal yang berkaitan dengan hal mengajar dan melatih.[14]

Penggunaan kata al-ta’lim dalam al-quran digunakan oleh Allah untuk mengajar nama-nama yang ada di alam jagat raya kepada nabi adam as. Dalam surat al-baqarah ayat 31:

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”

عَلَّمَ الْقُرْآنَ

Yang telah mengajarkan al Quran (ar-Rahman: 2)

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

Mengajarnya pandai berbicara (ar-Rahman: 4)

قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (Al-Kahfi: 66)

Dalam beberapa kitab tafsir kata ‘alama atau makna ta’lim itu adalah sebagai berikut:

الأسماء: اسماءالمسميات.[15]

Al asma’ : sekalian yang dinamakan

كلها : القصعه , القصيعه,القسوة,القسيه,المغرفه. وعلم ادم بان ألقى فى قلبه علمها.

Kullaha : benda yang tebal,tipis, keras, lembut, dan apa yang didalam tanah. Dan Allah mengajarkannya kepada nabi adam as dengan mengilhamkan sekalian ilmu kedalam hatinya.

وعلم فى تفسير البحرالمحيط:

kata ‘alama dalam Tafsir Al Bahrul Muhith adalah :

1.أسماء جميع المخلوقات, ( ابن عباس).

Sekalian nama-nama makhluk (Ibnu Abbas)

  1. اسم ما كان وما يكون الى يوم القيامه, ( عزى ابن عباس).

Nama yang sudah ada dan hingga hari kiamat.

  1. جميع اللغات.

Sekalian nama bahasa

  1. اسماء النجوم فقط,( ابن عباس ومجاهد وقتده).

Sekalian nama bintang-bintang

  1. اسماء الملأىكة فقط,( الربيع بن زياد).

Sekalian nama-nama malaikat

  1. اسماء الذريته والملأيكة,( الطبرى)

Sekalian nama keturunan malaikat

اسماء الأ جناس التى خلقها علمه ان هذا اسمه فرس وهذا اسمه بعير وهذا اسمه كذا وهذا اسمه كذا وعلمه احوالها وما يتعلق بها من المنافع الدينية والدنيوية,(الزمخشرى).

Sekalian nama jenis yang diciptakannya dan mengajarkannya sesungguhnya ini namanya kuda dan ini namanya binatang dan ini namanya seperti ini dan ini namanya seperi ini dan mengajarkannnya kondisi dan apa yang terkait dengannya apa yang bermanfaat bagi agama dan dunia.

  1. ماخلق فى الارض, (ابن قتيبه).

Dan sekalian apa yang terdapat dibumi

  1. اسماء الله عز وجل,  (الحكيم الترمذى).

Dan nama-nama Allah ajja wajala

(الرحمن. علم القراءن.خلق الانسان. علم البيان.)

تفسير (علم) : من شاء, اى, من عباده إنسا وجناوملكا, وقدر بعضهم محمدا أوجبربل.( البيان) : أسماء كل شىء, ما وجد وما لم يوجد يجميع اللغات.[16]   

Tafsir ‘allama : orang yang dikehendaki , artinya daripada hambanya baik bangsa manusia, jin dan malikat-malaikat dan juga ada hubungannya dengan muhammad dan jibril. Al bayan : sekalian nama sesuatu dan yang telah ada dan yang belum ada, sekalian nama bahasa.

 

Dengan demikian, kata al-ta’lim dalam al-qur’an menunjukkan sebuah proses pengajaran, yaitu menyampaikan sesuatu berupa ilmu pengetahuan, hikamh, kandungan kitab suci, wahyu, sesuatu yang belum diketahui manusia, keterampilan membuat alat pelindung, nama-nama atau symbol-simbol dan rumus-rumus yang berkaitan dengan alam jagat raya, dan bahkan ilmu yang terlarang seperti sihir. Ilmu-ilmu baik yang disampikan melalui proses al-ta’lim tersebut dilakukan oleh Allah swt, malaikat dan para nabi. Sedangkan ilmu yang berbahaya diajarkan oleh setan.

Kata al-ta’lim dalam arti pengajaran yang merupakan bagian dari pendidikan banyak digunakan untuk kegiatan pendidikan yang bersifat nonformal, seperti majlis taklim yang saat ini sangat berkembang dan variasi, yaitu ada majlis taklim yang biasa dilakukan oleh ibu-ibu di kanpung, ada majlis taklim di kalangan masyarakat elite, di kantoran, hotel dan kajian keagamaan. Dari segi materinya ada yang secara khusus membahas sebuah kitab tertentu, ada kajian tema-tema tertentu, ada kajian tentang tafsir, hadis, fikih dan sebagainya, dan ada pula yang diserahkan kepada tuan guru. Kata al-ta’lim dalam arti pendidikan sesungguhnnya kata yang lebih dahulu digunakan daripada al-tarbiyah. Kegiatan pendidikan dan pengajran yang pertama kali dilakukan oleh nabi Muhammad saw di rumah al-Arqam (Dar al-Arqam) di Mekkah., dapat disebut dengan majlis al-ta’lim. Demikian pula pendidikan yang dilakukan di Indonesia yang dilaksankan oleh para da’I di rumah, mushalah, masjid, surau, langgar, atau tempat tertentu, pada mulanya merupakan kegiatan al-ta’lim. Kegiatan al-ta’lim hingga saat ini masih terus berlangsung di seluruh Indonesia.

Dengan memberikan data dan informasi tersebut, maka dengan jelas, bahwa kata al-ta’lim termasuk kata yang palling tua dan banyak digunakan dalam kegiatan nonformal dengan tekanan uatam pada pemberian wawasan, pengetahuan, atau informasi yang bersifat kognitif. Atas dasar ini, maka arti al-ta’lim lebih pas diartikan pengajaran daripada diartikan pendidikan. Namun, karena pengajaran merupakan bagian dari kegiatan pendidikan, maka pengajaran juga termasuk pendidikan.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa kata tarbiyah dan ta’lim memiliki banyak makna dan kandungan yang didapatkan dari kedua  pengertian diatas, sehingga cakupannya lebih dalam dalam pandangan islam tentang pendidikan. Segala teori pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli itu terkandung dalam ajaran islam, jadi sudah terbukti bahwa ajaran islam itu meyeluruh atau universal.

Tarbiyah dan ta’lim meiliki makna yang beragam seperti education (pendidikan), upbringing (pengembangan), teaching (pengajaran), instruction (perintah), pedagogy (pembinaan kepribadian), breeding (memberi makan), raising (of animals) (menumbuhkan).  Information (pemberitahuan tentang sesuatu), advice (nasihat), instruction (perintah), direction (pengarahan), teaching (pengajaran), training (pelatihan), schooling (pembelajaran), education (pendidikan), dan apprenticeship (pekerjaan sebagai magang), masa belajar suatu keahlian.

 

  1. SARAN DAN KRITIK

Kami dari penyusun makalah ini mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun agar tercapainya perbaikan-perbaikan yang akan datang pada masa dating, karena kesempurnaan hanya milik Allah swt. Atas saran dan kritikannya kami ucapkan terima kasih.

 

 

 

BIBLOGRAFI

 

Ahmad Musthafa al-Maraghy, Tafsir Al-Maraghy : Al-Juz Al-Awwal, Beirut: Dar al-Fikr,tp.th.

Al’allama Assyaid Muhammad Husain Atthabathabai, Almizan Fi Tafsir al Quran,Beirut, Lebanon, tp, .th. Juz 15.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakakrta: Departemen Agama RI, 2004

Jalalain, Hasyatu Shawi  Ala Tafsiril Jalalain, Indonesia: tp, th, Juz 1.

Muhammad Bin Yusuf Asysyahid Bi Abi Hayyan Al Andalusi, Fi Tafsir Bahrul Muhith,, Juz 1, Darul Kitab Al ‘Amalliyah, Beirut,Lebanon, Cet 1, 1993

Nata, Abuddin, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana,2010. Cet-1.

Yunus, Mahmud, Kamus Arab Indonesia, Jakarta: PT.Mahmud Yunus Wadzurriyyah, 1990.

 

[1] Hans Wehr, Mu’jam al-Lughah akl-Arabiyah al-Mu’ashirah (A Dictionary of modern Written Arabic), (Ed), J.Milton cowan, (Beirut: Librarie Du Liban & London: Macdonald & Evans LTD), 1974), hlm. 324. Dalam Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2010), hlm. 7.

[2] Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, (Jakarta: PT. Mahmud  Yunus Wadzurriyah, 1990), hlm. 136

[3] Jalalain, Hasyatu Shawi Ala Tafsiril Jalalain, (Indonesia: tp,th,) Juz 1,hlm.15.

[4] Al’allama Assyaid Muhammad Husain Atthabathabai, Almizan Fi Tafsir al Quran,( beirut, lebanon, tp, .th). juz 15, ,hlm.24.

[5] Muhammad Bin Yusuf Asysyahid Bi Abi Hayyan Al Andalusi, Fi Tafsir Bahrul Muhith, (Beirut,Lebanon: Daruk Kitab Al ‘Amalliyah, 1993) Juz 1 , Cet 1,hlm.130.

[6] Jalalain, op.cit, hlm. 15.

[7] Opcit,

[8] Muhammad Bin Yusuf Asysyahid Bi Abi Hayyan Al Andalusi, Fi Tafsir Bahrul Muhith,, Juz 1, Darul Kitab Al ‘Amalliyah, Beirut,Lebanon, Cet 1, 1993.hlm.130

[9] Al-Raghib al-Ashafani, Mu’jam Mufradat Afaadz Al-Quran, (Beirut: Dar Al-Fikr,tp.th),hlm.189.

[10] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[11]  Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafal rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah).
‘Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta semua alam-alam itu.

[12] Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Jakakrta: Departemen Agama RI, 2004), pembukaan.

[13] Ahmad Musthafa al-Maraghy, Tafsir Al-Maraghy : Al-Juz Al-Awwal, (Beirut: Dar al-Fikr,tp.th.),hlm.30.

[14] Mahmud Yunus, op.cit,hlm,278.

[15] Jalalain,op.cit.hlm.41.

[16] Jalalain,op.cit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s